Pesan Buya Maarif Soal Dokter Meninggal Akibat Covid-19 Tidak Hanya untuk Presiden

Kompas.com - 13/09/2020, 16:03 WIB
Buya Syafii Maarif saat memberikan sambutan di acara silahturahmi akademisi Yogyakarta bersama Menko Polhukam Mahfud MD, di Pendopo Agung Royal Ambarrukmo, Jumat (15/11/2019) KOMPAS.COM/YUSTINUS WIJAYA KUSUMABuya Syafii Maarif saat memberikan sambutan di acara silahturahmi akademisi Yogyakarta bersama Menko Polhukam Mahfud MD, di Pendopo Agung Royal Ambarrukmo, Jumat (15/11/2019)


YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Mantan Ketua PP Muhammadiyah Ahmad Syafii Maarif atau akrab dipanggil Buya Maarif, selama pandemi ini mengikuti perkembangan penyebaran Covid-19.

Buya prihatin saat mendengar banyak dokter yang meregang nyawa akibat terpapar Covid-19, sehingga Minggu pagi mengirim pesan kepada Presiden RI Joko Widodo.

Kolega Buya Maarif, Erik Tauvani membenarkan hal tersebut.

Menurutnya, pesan yang dikirim tidak hanya khusus untuk Presiden RI saja tetapi juga ditujukan untuk seluruh masyarakat Indonesia agar selalu menerapkan protokol kesehatan.

"Walaupun secara redaksi itu ditujukan kepada Presiden, tetapi ini juga pesan untuk masyarakat Indonesia agar selalu menerapkan protokol kesehatan. Sehingga yang terpapar dapat diminimalisir dan dokter yang gugur semakin sedikit," ucapnya saat dihubungi, Minggu (13/9/2020).

Baca juga: Banyak Dokter Meninggal akibat Covid-19, Buya Syafii: Mari Lihat Negara Lain

Ia mengungkapkan, Buya juga berpesan kepada pemerintah agar para dokter yang menjadi garda depan dalam pandemi Covid-19 dapat dibekali dengan alat pelindung diri (APD) yang mumpuni.

"Jadi Buya itu gelisah sejak agak lama karena dokter banyak meninggal. Garda terdepan banyak yang meninggal mereka pasang badan banyak yang gugur," katanya.

Erik mengatakan, selama ini pemerintah sudah terus berusaha untuk menanggulangi pandemi Covid-19, akan tetapi Buya mengimbau agar upaya pemerintah lebih dimaksimalkan kembali.

"Menurut Buya, ini adalah masalah kemanusiaan tidak ada politik-politiknya," katanya.

Mengingat usianya yang telah lanjut, selama pandemi Buya hanya berada di rumah, di Yogyakarta. Tidak ada satupun yang boleh menemui dirinya.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Satu Korban Banjir Bandang Cicurug Sukabumi Masih dalam Pencarian

Satu Korban Banjir Bandang Cicurug Sukabumi Masih dalam Pencarian

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 22 September 2020

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 22 September 2020

Regional
Sadis, Istri Dianiaya Suami dengan Golok hingga Jarinya Putus karena Cemburu, Ini Kronologinya

Sadis, Istri Dianiaya Suami dengan Golok hingga Jarinya Putus karena Cemburu, Ini Kronologinya

Regional
Panitia Balap Lari di Solo Urus Izin ke Satgas Covid-19: Biar Tak Dikejar-kejar

Panitia Balap Lari di Solo Urus Izin ke Satgas Covid-19: Biar Tak Dikejar-kejar

Regional
Korupsi Rp 2,1 M Pegawai BRI Terbongkar, Berawal dari Kecurigaan Debitur Uang di Tabungan Raib

Korupsi Rp 2,1 M Pegawai BRI Terbongkar, Berawal dari Kecurigaan Debitur Uang di Tabungan Raib

Regional
Pilkada di Tengah Pandemi, Gubernur Kalbar Tak Yakin Paslon Patuh Protokol Kesehatan

Pilkada di Tengah Pandemi, Gubernur Kalbar Tak Yakin Paslon Patuh Protokol Kesehatan

Regional
Pakai Alat Berat, Ratusan Lapak di Pasar Mardika Ambon Digusur

Pakai Alat Berat, Ratusan Lapak di Pasar Mardika Ambon Digusur

Regional
Peti Jenazah Pasien Covid-19 di Cilacap Dibuka Keluarga, Ganjar: Ikuti Prosedur Dokter

Peti Jenazah Pasien Covid-19 di Cilacap Dibuka Keluarga, Ganjar: Ikuti Prosedur Dokter

Regional
Pegawai BRI Korupsi Rp 2,1 M untuk Judi Bola Online, Ambil Uang 11 Nasabah Sedikit demi Sedikit

Pegawai BRI Korupsi Rp 2,1 M untuk Judi Bola Online, Ambil Uang 11 Nasabah Sedikit demi Sedikit

Regional
Kronologi Penangkapan Anggota DPRD yang Jadi Bandar Narkoba

Kronologi Penangkapan Anggota DPRD yang Jadi Bandar Narkoba

Regional
Oknum Polisi Cabuli Gadis ABG Pelanggar Lalu Lintas, Kapolres: Hasil Visum Ditemukan Bukti Telah Terjadi Persetubuhan

Oknum Polisi Cabuli Gadis ABG Pelanggar Lalu Lintas, Kapolres: Hasil Visum Ditemukan Bukti Telah Terjadi Persetubuhan

Regional
Ibu dan 2 Anaknya Tewas dalam Kebakaran Toko di Bireuen, Aceh

Ibu dan 2 Anaknya Tewas dalam Kebakaran Toko di Bireuen, Aceh

Regional
Guru Besar Ahli Epidemologi di Bali Meninggal karena Covid-19

Guru Besar Ahli Epidemologi di Bali Meninggal karena Covid-19

Regional
Kronologi Pria Terobos Kantor Polisi dan Berteriak 'Besok Kiamat'

Kronologi Pria Terobos Kantor Polisi dan Berteriak "Besok Kiamat"

Regional
Jenuh di Isolasi, Pasien Covid-19 Usia 60 Tahun Panjat Pagar RS dan Pulang ke Rumah

Jenuh di Isolasi, Pasien Covid-19 Usia 60 Tahun Panjat Pagar RS dan Pulang ke Rumah

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X