Mau Menikah, Sepasang Kekasih Berstatus Mahasiswa Buang Bayi di Prambanan

Kompas.com - 23/06/2020, 09:33 WIB
Dua tersangka pembuang bayi di Jalan Prambanan Piyungan Km 2 Dusun, Gunungharjo, Desa Bokoharjo, Kecamatan Prambanan, berinisial A dan M saat di Mapolres Sleman. (Foto dokumentasi Humas Polres Sleman) KOMPAS.COM/YUSTINUS WIJAYA KUSUMADua tersangka pembuang bayi di Jalan Prambanan Piyungan Km 2 Dusun, Gunungharjo, Desa Bokoharjo, Kecamatan Prambanan, berinisial A dan M saat di Mapolres Sleman. (Foto dokumentasi Humas Polres Sleman)
Editor Rachmawati

KOMPAS.com - A seorang pria 21 tahun diamankan polisi bersama kekasihnya M yang berusia 20 tahun atas tuduhan pembuangan bayi pada Minggu (14/6/2020)

Sepasang kekasih yang masih berstatus mahasiswa nekat membuang bayi hasil hubungan mereka di di Jalan Prambanan Piyungan, KM 2 Dusun Gunungharjo, desa Bokoharjo, Kecamatan Prambanan karena takut dengan orang tuanya.

Kejadian berawal saat mahasiswa dan mashasiswi di Jawa Tengah itu menjalin hubungan.

Baca juga: Terungkap, Pembuang Bayi di Prambanan Sepasang Kekasih Berstatus Mahasiswa

M kemudian hamil dan melahirkan bayi perempuan di salah satu rumah sakit di Jawa Tengah pada 12 Juni 2020 sekitar pukul 04.00 WIB.

Pada tanggal 14 Juni 2020, A menjemput M dan bayi mereka. Saat itu mereka sepakat untuk menitipkan bayi perempuan mereka ke salah satu saudaranya di wilayah Yogyakarta.

Mereka berangkat menggunakan mobi dari Jawa Tengah ke Yogyakarta.

Di tengah perjalanan, mereka berdua terlibat cekcok. Mereka kemudian memutuskan untuk mengurungkan menitipkan bayi berusia dua hari ke saudara di Yogyakarta.

Baca juga: Penemuan Bayi Dibuang di Sungai Hebohkan Warga

Mereka memilih meletakkan bayi mereka di wilayah Prambanan dengan harapan ditemukan oleh orang lain.

"Diletakkan di tempat yang masih terjangkau oleh orang atau dapat dilihat oleh orang. Dengan maksud agar bayi tersebut ditemukan oleh orang lain dan akan dirawat oleh orang lain," ungkap Kasat Reskrim Polres Sleman, AKP Deni Irwansyah, Senin (22/6/2020).

Ia mengatakan setelah meletakkan bayinya di jalan, mereka kembali Jawa Tengah.

Baca juga: Cium Bau Menyengat, Warga di Cianjur Temukan Jasad Bayi di Sungai, Polisi Buru Pelaku

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 19 Januari 2021

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 19 Januari 2021

Regional
Dihentikan Polisi karena Tak Pakai Helm dan Masker, Pemuda Ini Ternyata Kurir Narkoba

Dihentikan Polisi karena Tak Pakai Helm dan Masker, Pemuda Ini Ternyata Kurir Narkoba

Regional
Cerita di Balik King Kobra Lolos dari Paket Ekspedisi, Dikecam Warganet hingga Tips Pecinta Reptil

Cerita di Balik King Kobra Lolos dari Paket Ekspedisi, Dikecam Warganet hingga Tips Pecinta Reptil

Regional
Sempat Dikira Boneka, Jasad Bayi Kembar Ditemukan Tersangkut Pintu Air di Semarang

Sempat Dikira Boneka, Jasad Bayi Kembar Ditemukan Tersangkut Pintu Air di Semarang

Regional
Ruang Isolasi di Kulon Progo Penuh, RS Swasta Sediakan Kamar untuk Pasien Covid-19

Ruang Isolasi di Kulon Progo Penuh, RS Swasta Sediakan Kamar untuk Pasien Covid-19

Regional
Pembangunan Tol Yogyakarta-Bawen Masuk Tahap Pengadaan Tanah

Pembangunan Tol Yogyakarta-Bawen Masuk Tahap Pengadaan Tanah

Regional
Rumah Sakit Terapung TNI AL Bersandar di Mamuju, Sebagian Pasien Dipindahkan ke Kapal

Rumah Sakit Terapung TNI AL Bersandar di Mamuju, Sebagian Pasien Dipindahkan ke Kapal

Regional
Hasil Evaluasi 8 Hari PPKM di Surabaya: Paling Banyak Tertular Covid-19 dari Kontak Erat Keluarga

Hasil Evaluasi 8 Hari PPKM di Surabaya: Paling Banyak Tertular Covid-19 dari Kontak Erat Keluarga

Regional
Ketua DPRD Muara Enim Aries HB Divonis 5 Tahun Penjara

Ketua DPRD Muara Enim Aries HB Divonis 5 Tahun Penjara

Regional
Mengaku Punya Kista, Mahasiswi Magang Ini Ternyata Hamil, Bayinya Dibunuh dengan Sadis

Mengaku Punya Kista, Mahasiswi Magang Ini Ternyata Hamil, Bayinya Dibunuh dengan Sadis

Regional
Pencuri Kotak Amal Masjid Ditangkap, Polisi Sempat Perlihatkan Rekaman CCTV ke Istri Pelaku

Pencuri Kotak Amal Masjid Ditangkap, Polisi Sempat Perlihatkan Rekaman CCTV ke Istri Pelaku

Regional
1.912 Nakes di Solo Terdaftar Vaksinasi Covid-19, 35 Tidak Hadir Tanpa Keterangan

1.912 Nakes di Solo Terdaftar Vaksinasi Covid-19, 35 Tidak Hadir Tanpa Keterangan

Regional
Disebut Paling Tidak Disiplin Pakai Masker, Pangandaran Ternyata Terbaik soal Lainnya

Disebut Paling Tidak Disiplin Pakai Masker, Pangandaran Ternyata Terbaik soal Lainnya

Regional
PSBB Banten Diperpanjang Lagi hingga 17 Februari

PSBB Banten Diperpanjang Lagi hingga 17 Februari

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 19 Januari 2021

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 19 Januari 2021

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X