Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pemkab Kulon Progo Surati Sultan HB X, Minta Underpass Kulur Segera Dituntaskan

Kompas.com - 24/02/2020, 23:17 WIB
Dani Julius Zebua,
Teuku Muhammad Valdy Arief

Tim Redaksi

KULON PROGO, KOMPAS.com - Pemerintah Kabupaten Kulon Progo mendesak Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menuntaskan pemanfaatan Underpass Kulur.

Pasalnya, underpass yang berada di Kalurahan Kulur, Kapanewon Temon, Kabupaten Kulon Progo, DIY, kini tidak berfungsi sama sekali karena tergenang air.

Kondisi ini mengakibatkan bawah tanah itu berisiko tinggi bagi masyarakat sekitar.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPU PKP) Kulon Progo, Gusdi Hartono mengungkapkan, desakan dilayangkan Pemkab lewat surat yang ditujukan ke Gubernur DIY Sultan Hamengkubuwono X (HB X).

"Kami memohon dilakukan percepatan dan penuntasan terhadap genangan air Underpass Kulur secara permanen. Dengan tujuan agar underpass bisa berfungsi optimal," kata Gusdi di ruang kerjanya, Senin (24/2/2020).

Baca juga: Keluarga Korban Tewas Akibat Prank di Underpass Kulur Tak Menuntut, Polisi Tetap Lanjutkan Pengusutan

Gusdi mengungkapkan, underpass itu merupakan kewenangan Dinas Pekerjaan Umum Provinsi DIY lantaran berada pada jalur jalan provinsi sepanjang Klepu hingga Siluwok.

Sebagai bagian dari pekerjaan provinsi maka kewenangan perbaikan hingga optimalisasi masih berada di bawah kewenangan DPU PKP DIY.

Underpass Kulur merupakan salah satu dari 5 underpass yang ada di Kulon Progo. Selain Kulur, ada juga di Tapen, Margosari, Keborejo dan Miri.

Baca juga: 4 Fakta Prank Ulang Tahun di Underpass Kulur, 2 Pelajar Tewas hingga Keluarga Siapkan Tumpeng

Underpass itu dibangun pada 2011-2012, panjangnya sekitar 350 meter, lebar 8 meter.

Pemprov DIY membangun underpass sebagai jalur alternatif dari perlintasan sebidang dengan kereta api.

Namun, underpass malah tergenang air terutama pada musim hujan.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Pj Gubri Ajak Pemkab Bengkalis Kolaborasi Bangun Jembatan Sungai Pakning-Bengkalis

Pj Gubri Ajak Pemkab Bengkalis Kolaborasi Bangun Jembatan Sungai Pakning-Bengkalis

Regional
Diskominfo Kota Tangerang Raih Penghargaan Perangkat Daerah Paling Inovatif se-Provinsi Banten

Diskominfo Kota Tangerang Raih Penghargaan Perangkat Daerah Paling Inovatif se-Provinsi Banten

Regional
Fakta dan Kronologi Bentrokan Warga 2 Desa di Lombok Tengah, 1 Orang Tewas

Fakta dan Kronologi Bentrokan Warga 2 Desa di Lombok Tengah, 1 Orang Tewas

Regional
Komunikasi Politik 'Anti-Mainstream' Komeng yang Uhuyy!

Komunikasi Politik "Anti-Mainstream" Komeng yang Uhuyy!

Regional
Membedah Strategi Komunikasi Multimodal ala Komeng

Membedah Strategi Komunikasi Multimodal ala Komeng

Regional
Kisah Ibu dan Bayinya Terjebak Banjir Bandang Berjam-jam di Demak

Kisah Ibu dan Bayinya Terjebak Banjir Bandang Berjam-jam di Demak

Regional
Warga Kendal Tewas Tertimbun Longsor Saat di Kamar Mandi, Keluarga Sempat Teriaki Korban

Warga Kendal Tewas Tertimbun Longsor Saat di Kamar Mandi, Keluarga Sempat Teriaki Korban

Regional
Balikpapan Catat 317 Kasus HIV Sepanjang 2023

Balikpapan Catat 317 Kasus HIV Sepanjang 2023

Regional
Kasus Kematian akibat DBD di Balikpapan Turun, Vaksinasi Tembus 60 Persen

Kasus Kematian akibat DBD di Balikpapan Turun, Vaksinasi Tembus 60 Persen

Regional
Puan: Seperti Bung Karno, PDI-P Selalu Berjuang Sejahterakan Wong Cilik

Puan: Seperti Bung Karno, PDI-P Selalu Berjuang Sejahterakan Wong Cilik

Regional
Setelah 25 Tahun Konflik Maluku

Setelah 25 Tahun Konflik Maluku

Regional
BMKG: Sumber Gempa Sumedang Belum Teridentifikasi, Warga di Lereng Bukit Diimbau Waspada Longsor

BMKG: Sumber Gempa Sumedang Belum Teridentifikasi, Warga di Lereng Bukit Diimbau Waspada Longsor

Regional
Gempa Sumedang, 53 Rumah Rusak dan 3 Korban Luka Ringan

Gempa Sumedang, 53 Rumah Rusak dan 3 Korban Luka Ringan

Regional
Malam Tahun Baru 2024, Jokowi Jajan Telur Gulung di 'Night Market Ngarsopuro'

Malam Tahun Baru 2024, Jokowi Jajan Telur Gulung di "Night Market Ngarsopuro"

Regional
Sekolah di Malaysia, Pelajar di Perbatasan Indonesia Berangkat Sebelum Matahari Terbit Tiap Hari

Sekolah di Malaysia, Pelajar di Perbatasan Indonesia Berangkat Sebelum Matahari Terbit Tiap Hari

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com