Rektor Unnes Diduga Plagiarisme Disertasi S3, UGM Minta Klarifikasi

Kompas.com - 28/11/2019, 05:42 WIB
Ketua Senat Akademik UGM Hardyanto saat menemui wartawan usai mendengarkan klarifikasi dari Fathur Rokhman terkait aduan dugaan plagiarisme KOMPAS.COM/YUSTINUS WIJAYA KUSUMAKetua Senat Akademik UGM Hardyanto saat menemui wartawan usai mendengarkan klarifikasi dari Fathur Rokhman terkait aduan dugaan plagiarisme

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Dewan Kehormatan Universitas Gadjah Mada (UGM) memanggil Rektor Universitas Negeri Semarang (Unnes) Fathur Rokhman untuk dimintai klarifikasi terkait dugaan plagiarisme disertasi S3 saat studi di UGM pada Rabu (27/11/2019).

Hal ini disampaikan Ketua Senat Akademik UGM Hardiyanto saat ditemui wartawan, Rabu (27/11/2019).

"Kami melakukan klarifikasi atas aduan yang disampaikan ke kami," ujarnya. 

Hardiyanto menyampaikan bahwa sebelumnya ada aduan yang masuk ke UGM terkait dugaan plagiarisme disertasi S3 Fathur Rokhman.

"Pak Fathur kan dulu S3-nya di sini di UGM," tuturnya.

Baca juga: Kisah Profesor Unnes, Ubah Daun jadi Lukisan Bernilai Jutaan Rupiah

Dugaan plagiarisme skripsi mahasiswa S1

Disertasi Fathur Rokhman yang diadukan ke UGM karena diduga plagiarisme skripsi mahasiswa Unnes.

Skripsi mahasiswa Unnes itu berjudul "Pilihan Ragam Bahasa dalam Wacana Laras Agama Islam di Pondok Pesantren Islam Salafi Al-Falah Mangunsari, Banyumas."

Sedangkan disertasi Fathur Rokhman berjudul "Pemilihan Bahasa dalam Masyarakat Dwibahasa: Kajian Sosiolinguistik di Banyumas."

Disertasi Fathur Rokhman yang ditulis pada 2003 ini diadukan ke UGM pada tahun 2018 lalu.

"Kami klarifikasi apa benar menulis disertasi ini? Waktu nulis disertasi siapa yang melakukan penelitian?  Jadi kami mendengarkan pada waktu mahasiswa apa yang terjadi, ya Pak Fathur menceritakan kepada kami," ucapnya.

Baca juga: 4 Fakta Kasus Mahasiswa Gugat Rektor Unnes, Skorsing 2 Semester hingga Tanggapan Kampus

Hardiyanto menyampaikan saat ini belum ada keputusan dari Dewan Kehormatan UGM sebab pihaknya baru dalam tahap mendengarkan klarifikasi dari Fathur Rokhman.

Dewan Kehormatan UGM juga masih membandingkan disertasi S3 karya Fathur Rokhman dengan skripsi mahasiswa S1 yang diduga diplagiat.

"Belum ada keputusan, nanti diteliti lebih lanjut. Tadi masih mendengarkan, (tahapannya) pertama mendengar saksi-saksi, kemudian klarifikasi yang teradu, nanti setelah ini masih diperlukan saksi atau tidak, kemudian sidang pleno," ungkapnya.

Baca juga: Menristek Tak Persoalkan Dugaan Pencemaran Nama Baik oleh Mahasiswa Unnes

Pertemuan tertutup

Dewan Kehormatan Universitas meminta klarifikasi Fathur Rokhman di ruang senat akademik.

Pertemuan ini belangsung tertutup.

"Tadi kurang lebih satu jam. Semua anggota Dewan Kehormatan UGM datang," urainya.

Usai memberikan klarifikasi, Fathur Rokhman langsung berjalan meninggalkan ruangan.

Fathur tidak memberikan pernyataan apapun kepada wartawan yang sudah menunggu.

Baca juga: Dugaan Plagiarisme, 3 Dosen Dilaporkan ke Kemenristek Dikti

Kuasa hukum bantah tudingan plagiarisme

Sementara itu, kuasa hukum Fathur Rokhman, Muhtar Hadi Wibowo saat ditemui membantah jika kliennya datang berkaitan dengan dugaan plagiarisme.

"Tidak (ada kaitanya dengan plagiarisme). Pak Fathur (datang) sebagai alumni UGM bersilahturami dengan pak rektor, itu agenda hari ini," katanya.

Menurutnya, dalam pertemuan tidak ada agenda membahas dugaan plagiarisme. Tetapi lebih pada diskusi sinergi sesama universitas negeri.

"Sebagai alumni silahturahmi, berdiskusi. Salah satu alumninya menjadi rektor tentunya UGM juga bangga, nah ini akan bersinergi antar sesama universitas negeri," tuturnya.

Muhtar mengatakan pihaknya akan menggunakan hak jawab untuk meluruskan pemberitaan terkait dugaan plagiarisme. Sebab plagiarisme yang ditudingkan ke kliennya adalah berita bohong.

"Ya kita akan menggunakan hak jawab, ini loh cerita fiktif, kampanye kebohongan yang disebarkan," bebernya.

Baca juga: Kandidat Dilaporkan ke Polisi, Pemilihan Rektor Unnes Tetap Digelar

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Empat Pelajar SMP yang Jatuh ke Jurang di Cianjur Diduga Hendak Tawuran

Empat Pelajar SMP yang Jatuh ke Jurang di Cianjur Diduga Hendak Tawuran

Regional
Ricuh Warga di Perumnas Mandala, Massa Saling Lempar Batu hingga Polisi Letuskan Tembakan

Ricuh Warga di Perumnas Mandala, Massa Saling Lempar Batu hingga Polisi Letuskan Tembakan

Regional
Keluarga Tak Yakin Tengkorak yang Ditemukan Milik Astrid, Pelajar SMA yang Hilang 2 Bulan

Keluarga Tak Yakin Tengkorak yang Ditemukan Milik Astrid, Pelajar SMA yang Hilang 2 Bulan

Regional
Jadi Venue Piala Dunia U-20, Pemkot Surakarta Butuh Rp 80 Miliar

Jadi Venue Piala Dunia U-20, Pemkot Surakarta Butuh Rp 80 Miliar

Regional
8 Tahun Disiksa Ibu Kandung, Anak: Kami Ingin Ibu Peluk dan Kasih Sayangnya

8 Tahun Disiksa Ibu Kandung, Anak: Kami Ingin Ibu Peluk dan Kasih Sayangnya

Regional
Enam dari 11 Kabupaten Penyelenggara Pilkada 2020 di Papua, Ada Riwayat Konflik

Enam dari 11 Kabupaten Penyelenggara Pilkada 2020 di Papua, Ada Riwayat Konflik

Regional
Berkat Pembaca Kompas.com, Kini Nining Tak Lagi Tinggal di WC Sekolah dan Buka Usaha

Berkat Pembaca Kompas.com, Kini Nining Tak Lagi Tinggal di WC Sekolah dan Buka Usaha

Regional
Pembebasan Lahan Bandara Kediri, Pemerintah Akan Gunakan Skema Konsinyasi

Pembebasan Lahan Bandara Kediri, Pemerintah Akan Gunakan Skema Konsinyasi

Regional
Pasangan Suami Istri Nekat Konsumsi Sabu di Kamar Rumah, Begini Akhir Nasibnya

Pasangan Suami Istri Nekat Konsumsi Sabu di Kamar Rumah, Begini Akhir Nasibnya

Regional
Ini Permintaan Sukiyah Setelah Rambutnya yang Jadi Sarang Tikus Dipotong

Ini Permintaan Sukiyah Setelah Rambutnya yang Jadi Sarang Tikus Dipotong

Regional
Sungai Parat Semarang Tercemar Limbah Babi, Peternak Akui Ada Kebocoran

Sungai Parat Semarang Tercemar Limbah Babi, Peternak Akui Ada Kebocoran

Regional
Pemerintah Butuh 65.000 Tenaga Kerja untuk Proyek Pembangkit Listrik 35.000 MW

Pemerintah Butuh 65.000 Tenaga Kerja untuk Proyek Pembangkit Listrik 35.000 MW

Regional
Lowongan PPK Pilkada Jember 2020 Diminati Milenial, Dibutuhkan 155 yang Daftar 1.041

Lowongan PPK Pilkada Jember 2020 Diminati Milenial, Dibutuhkan 155 yang Daftar 1.041

Regional
4 Kasus Bocah Digigit Ular, Meniru Tayangan Youtube hingga Bekas Gigitan Ditutup Plester

4 Kasus Bocah Digigit Ular, Meniru Tayangan Youtube hingga Bekas Gigitan Ditutup Plester

Regional
Ikan Paus Sepanjang 15 Meter Terdampar di Hutan Magrove, Warga Kesulitan Evakuasi

Ikan Paus Sepanjang 15 Meter Terdampar di Hutan Magrove, Warga Kesulitan Evakuasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X