3 Pelaku Pengedar Solar Ilegal Ditangkap, Begini Modusnya

Kompas.com - 27/11/2019, 21:11 WIB
Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda DIY, Kombes Pol Y Tony Surya Saputra saat menunjukan barang bukti yanh diamankan dari para pelaku peredaran BBM ilegal. KOMPAS.COM/YUSTINUS WIJAYA KUSUMADirektur Reserse Kriminal Khusus Polda DIY, Kombes Pol Y Tony Surya Saputra saat menunjukan barang bukti yanh diamankan dari para pelaku peredaran BBM ilegal.

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Polda DIY mengungkap kasus dugaan peredaran bahan bakar minyak ilegal jenis solar. Dalam kasus ini, tiga orang pelaku diamankan.

Pelaku yang diamankan berinisial SS (40) warga Demak yang merupakan penanggung jawab operasional.

Dua pelaku lainya, EP (39) dan LS (42), warga Semarang yang berperan sebagai pengemudi truk tangki BBM.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda DIY, Kombes Pol Y Tony Surya Saputra menuturkan, awalnya pada Rabu (13/11/2019) pukul 14.30 WIB, truk tangki BBM berwarna biru dengan kapasitas 8.000 liter melintas di Jalan Nanggulan, Kalibawang, Kabupaten Kulonprogo.

Baca juga: 6 Pekerja Asing Pemilik 500 Ton BBM Ilegal Ditangkap, Transaksi di Tengah Laut

"Anggota Subdit IV Ditreskrimsus Polda DIY menghentikan truk tersebut," ujar Tony, dalam jumpa pers, Rabu (27/11/2019).

Truk BBM berwarna biru ini dikemudikan oleh EP. Selain itu, ada satu orang lagi yang duduk di samping pengemudi, yakni LS.

Keduanya membawa BBM jenis Solar yang akan dijual untuk industri.

Anggota lantas meminta keduanya menunjukan dokumen pengangkutan/niaga yang sah. Namun, ternyata, keduanya tidak bisa menunjukan dokumen tersebut.

Dari pemeriksaan diketahui BBM jenis solar yang dibawa oleh EP dan LS dibeli dari sebuah SPBU di daerah Kendal, Jawa Tengah. Solar tersebut rencananya akan dijual untuk industri.

"Itu jenis solar bersubsidi yang oleh pelaku dijual untuk industri. Sesuai peraturan, untuk industri bukan solar subsidi," ujar dia.

Menurut dia, modus yang digunakan oleh pelaku adalah dengan membeli BBM jenis Solar di SPBU dengan menggunakan truk.

Namun, pelaku sudah memodifikasi truk agar bisa menampung lebih banyak.

"Jadi seolah-olah mengisi BBM di SPBU seperti biasa, tapi tangki truk sudah dimodifikasi menjadi muat 500 liter. Tidak di satu SPBU, tapi pindah-pindah sampai tangki penuh," beber dia.

Setelah tangki truk penuh, langsung dibawa ke lokasi penampungan. Solar bersubsidi di dalam tangki lalu disedot dan dimasukan ke tempat-tempat penampungan.

Baca juga: Lagi, Polisi Tangkap Kapal Pengangkut BBM Ilegal Sebanyak 3.000 Liter

"Kegiatan ini motifnya untuk mendapatkan keuntungan. Dari hasil pemeriksaan, pengakuanya dijual Rp 7.600, harga di SPBU kan satu liter Rp 5.500," ucap dia.

"Praktik ini sudah dilakukan oleh pelaku selama satu tahun," imbuh dia.

Pihaknya akan melakukan pengembangan terkait peredaran BBM ilegal dari hulu sampai hilir.

Sehingga, dapat menjerat otak atau pelaku yang lebuh besar lagi dan dapar menekan seminimal mungkin kegiatan penyalahgunaan BBM di wilayah hukum Polda DIY.

"Kami kenakan UU Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi, Pasal 55 dan Pasal 53," urai dia.

Barang bukti yang diamankan antara lain satu unit truk tangki, satu unit truk, dua unit pompa air dan dua buah selang.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Empat Pelajar SMP yang Jatuh ke Jurang di Cianjur Diduga Hendak Tawuran

Empat Pelajar SMP yang Jatuh ke Jurang di Cianjur Diduga Hendak Tawuran

Regional
Ricuh Warga di Perumnas Mandala, Massa Saling Lempar Batu hingga Polisi Letuskan Tembakan

Ricuh Warga di Perumnas Mandala, Massa Saling Lempar Batu hingga Polisi Letuskan Tembakan

Regional
Keluarga Tak Yakin Tengkorak yang Ditemukan Milik Astrid, Pelajar SMA yang Hilang 2 Bulan

Keluarga Tak Yakin Tengkorak yang Ditemukan Milik Astrid, Pelajar SMA yang Hilang 2 Bulan

Regional
Jadi Venue Piala Dunia U-20, Pemkot Surakarta Butuh Rp 80 Miliar

Jadi Venue Piala Dunia U-20, Pemkot Surakarta Butuh Rp 80 Miliar

Regional
8 Tahun Disiksa Ibu Kandung, Anak: Kami Ingin Ibu Peluk dan Kasih Sayangnya

8 Tahun Disiksa Ibu Kandung, Anak: Kami Ingin Ibu Peluk dan Kasih Sayangnya

Regional
Enam dari 11 Kabupaten Penyelenggara Pilkada 2020 di Papua, Ada Riwayat Konflik

Enam dari 11 Kabupaten Penyelenggara Pilkada 2020 di Papua, Ada Riwayat Konflik

Regional
Berkat Pembaca Kompas.com, Kini Nining Tak Lagi Tinggal di WC Sekolah dan Buka Usaha

Berkat Pembaca Kompas.com, Kini Nining Tak Lagi Tinggal di WC Sekolah dan Buka Usaha

Regional
Pembebasan Lahan Bandara Kediri, Pemerintah Akan Gunakan Skema Konsinyasi

Pembebasan Lahan Bandara Kediri, Pemerintah Akan Gunakan Skema Konsinyasi

Regional
Pasangan Suami Istri Nekat Konsumsi Sabu di Kamar Rumah, Begini Akhir Nasibnya

Pasangan Suami Istri Nekat Konsumsi Sabu di Kamar Rumah, Begini Akhir Nasibnya

Regional
Ini Permintaan Sukiyah Setelah Rambutnya yang Jadi Sarang Tikus Dipotong

Ini Permintaan Sukiyah Setelah Rambutnya yang Jadi Sarang Tikus Dipotong

Regional
Sungai Parat Semarang Tercemar Limbah Babi, Peternak Akui Ada Kebocoran

Sungai Parat Semarang Tercemar Limbah Babi, Peternak Akui Ada Kebocoran

Regional
Pemerintah Butuh 65.000 Tenaga Kerja untuk Proyek Pembangkit Listrik 35.000 MW

Pemerintah Butuh 65.000 Tenaga Kerja untuk Proyek Pembangkit Listrik 35.000 MW

Regional
Lowongan PPK Pilkada Jember 2020 Diminati Milenial, Dibutuhkan 155 yang Daftar 1.041

Lowongan PPK Pilkada Jember 2020 Diminati Milenial, Dibutuhkan 155 yang Daftar 1.041

Regional
4 Kasus Bocah Digigit Ular, Meniru Tayangan Youtube hingga Bekas Gigitan Ditutup Plester

4 Kasus Bocah Digigit Ular, Meniru Tayangan Youtube hingga Bekas Gigitan Ditutup Plester

Regional
Ikan Paus Sepanjang 15 Meter Terdampar di Hutan Magrove, Warga Kesulitan Evakuasi

Ikan Paus Sepanjang 15 Meter Terdampar di Hutan Magrove, Warga Kesulitan Evakuasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X