Mendiang Djaduk Ferianto, Menjawab Tantangan Zaman dengan Ngayogjazz

Kompas.com - 13/11/2019, 09:30 WIB
Djaduk Ferianto dan Kuaetnika menampilkan lagu tema film Mission: Impossible dengan aransemen berbeda pada Kulon Progo Festival 2017 yang digelar di Bendung Khayangan, Kulon Progo, Minggu (26/11/2017). KOMPAS.COM/KISTYARINIDjaduk Ferianto dan Kuaetnika menampilkan lagu tema film Mission: Impossible dengan aransemen berbeda pada Kulon Progo Festival 2017 yang digelar di Bendung Khayangan, Kulon Progo, Minggu (26/11/2017).

KOMPAS.com - "RIP. Djaduk Ferianto". Demikian tulis Butet Kartaredjasa dalam akun Instragram-nya, @masbutet, Rabu (13/11/2019).

Setelah itu, Butet juga mengunggah gambar tulisan "Sumangga Gusti" berwarna putih dengan latar belakang hitam.

Tulisan tersebut kurang lebih berarti mengikhlaskan kepergian sang adik, Greogorius Djaduk Ferianto, ke Sang Khalik. 

Seperti diketahui, Djaduk meninggal pada usia 55 tahun. Putra bungsu dari seniman Bagong Kussudiardja itu juga merupakan adik kandung Butet. Djaduk dikenal sebagai seniman mulitalenta dan total dalam dunia seni.

Salah satu sahabat dekat Djaduk, Debyo, membenarkan kabar tersebut. Seniman senior itu meninggal dunia pada Rabu dini hari, pukul 02.30 WIB.

"Ya, benar," ujar Debyo kepada Kompas.com, Rabu pagi.

Seniman multitalenta yang peduli budaya

Sejumlah karya yang fenomenal telah diciptakannya bersama grup musik binaanya, Kua Etnika dan Sinten Remen.

Dalam menciptakan lagu, Djaduk sangat piawai untuk memadukan unsur-unsur musik tradisional dengan modern. Hal ini membuat lagu karyanya memiliki khas tersendiri.

Pria yang memiliki nama Greogorius Djaduk Ferianto itu juga membuat lagu rohani, yaitu dalam album Dia Sumber Gembiraku.

Selain berkarya, Djaduk pun getol mengajak masyarakat untuk mencintai dan merawat budaya.

Pada tahun 2016, saat pentas bersama sejumlah artis Syaharani dan Ivan Nestorman, di pentas Maumere Jazz Fiesta Flores 2016 di Pantai Hutan Bakau Baba Akong, di Desa Reroroja, Kecamatan Magepanda, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), Djaduk mengajak penonton dan warga setempat untuk menjaga budaya.

Baca juga: Djaduk Ferianto: Tradisi Tidak Mandek!

"Budaya dan musik daerah ini harus kita jaga bersama agar tetap lestari," ujarnya saat itu.

Tak hanya itu, dirinya bersama rekan-rekan seniman di Yogyakarta, juga menggagas festival musik Ngayogjazz, yang digelar di desa-desa.

Dalam festival itu, Djaduk sempat menggambarkan kepada Kompas.com, arti dari menghadirkan musik Jazz di desa-desa.

"Sekarang saya menjadi penggagas sebuah event dan punya beberapa ruang di festival seperti Ngayogjazz, Jazz Gunung, kemudian ada yang berskala dunia dan punya jaringan ke internasional, tetapi semua saya meyakini basik saya adalah tradisi. Kami melihat potensi yang luar biasa di tradisi itu, hanya memang persoalan yang muncul adalah tarik-ulur. Kami mempercayai tradisi kan selalu berkembang, jadi kami sangat membuka diri pada tradisi, karena kami juga tidak mau terkungkung dalam tradisi," katanya kepada Jodhi Yudono, penulis di Catatan Kaki Jodhi Yudono di Kompas.com, Kamis (24/10/2013).

"Kami akhirnya bergaul dengan tradisi-tradisi lain untuk menjawab suatu tantangan. Kami harus mengembangkan tradisi itu, yang tidak ada harus kita bangun yang baru, yang sudah tidak zamannya kita buang," tambahnya.

Meninggal 3 hari sebelum acara Ngayogjazz

Sejumlah musikus tenar mengungkapkan belasungkawa, salah satunya satunya penyanyi Tompi.

Melalui akun Twitter-nya, Tompi mengatakan bahwa sejatinya dijadwalkan tampil dalam Ngayogjazz 2019 di Godean, Yogyakarta, pada Sabtu (16/11/2019).

"Minggu depan seharusnya perform di Ngayogjazz 2019," tulis Tompi seperti dikutip Kompas.com, Rabu pagi.

Seperti diketahui, pada tanggal 16 November 2019, Djaduk dijadwalkan tampil di Ngayogjazz pada Sabtu (16/11/2019) di Godean, Yogyakarta. 

Selamat jalan Mas Djaduk.

(Penulis: Andi Muttya Keteng Pangerang, Kistyarini, Choirul Arifin, Jodi Yudono)



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Seputar Aksi Tolak Omnibus Law, Nyaris Bentrok di UIN Sunan Kalijaga hingga Kantor Ganjar 'Disita'

Seputar Aksi Tolak Omnibus Law, Nyaris Bentrok di UIN Sunan Kalijaga hingga Kantor Ganjar "Disita"

Regional
'Saya Enggak Mau Bawa Virus ke Rumah, 3 Anak Masih Kecil-kecil'

"Saya Enggak Mau Bawa Virus ke Rumah, 3 Anak Masih Kecil-kecil"

Regional
[POPULER NUSANTARA] 'Dia Harus Bayar Air Susu Saya, Capek Jadi Ibu' | Efek Suntikan Vaksin Covid-19, Ada yang Mengantuk Tak Tertahan

[POPULER NUSANTARA] "Dia Harus Bayar Air Susu Saya, Capek Jadi Ibu" | Efek Suntikan Vaksin Covid-19, Ada yang Mengantuk Tak Tertahan

Regional
Kisah Pilu Selamet, Mata Melotot dan Kulit Melepuh, Dibawa ke RS dengan Uang Pinjaman

Kisah Pilu Selamet, Mata Melotot dan Kulit Melepuh, Dibawa ke RS dengan Uang Pinjaman

Regional
Kronologi Bocah 9 Tahun Terjebak dan Tewas Saat Rumahnya Terbakar di Muaro Jambi

Kronologi Bocah 9 Tahun Terjebak dan Tewas Saat Rumahnya Terbakar di Muaro Jambi

Regional
Pengakuan Relawan Usai Disuntik Vaksin Covid-19: Badan Terasa Enak dan Nafsu Makan Tinggi

Pengakuan Relawan Usai Disuntik Vaksin Covid-19: Badan Terasa Enak dan Nafsu Makan Tinggi

Regional
Detik-detik 2 Bocah Terjebak di Rumah yang Terbakar, 1 Anak Tewas dan Ibu Histeris Minta Tolong

Detik-detik 2 Bocah Terjebak di Rumah yang Terbakar, 1 Anak Tewas dan Ibu Histeris Minta Tolong

Regional
Putra Sulung Risma: Saya Sudah Siap Jika Direkom PDI-P Jadi Calon Wakil Wali Kota Surabaya

Putra Sulung Risma: Saya Sudah Siap Jika Direkom PDI-P Jadi Calon Wakil Wali Kota Surabaya

Regional
Bos Muncikari VS Ditangkap, Mengaku Sudah 5 Tahun Jalankan Prostitusi Artis, Ini Keuntungannya

Bos Muncikari VS Ditangkap, Mengaku Sudah 5 Tahun Jalankan Prostitusi Artis, Ini Keuntungannya

Regional
Seorang Bocah Tewas Terjebak Api Saat Rumahnya Terbakar, Ibu Histeris Minta Tolong

Seorang Bocah Tewas Terjebak Api Saat Rumahnya Terbakar, Ibu Histeris Minta Tolong

Regional
Ini Kata Suplier soal Daging Ayam Busuk Program BPNT

Ini Kata Suplier soal Daging Ayam Busuk Program BPNT

Regional
Polisi Dalami Kasus Daging Busuk Tidak Layak Konsumsi Program BPNT

Polisi Dalami Kasus Daging Busuk Tidak Layak Konsumsi Program BPNT

Regional
Pemuda Dibunuh Saat Pulang Nonton Orkes Dangdut, Polisi: Pelaku Balas Dendam

Pemuda Dibunuh Saat Pulang Nonton Orkes Dangdut, Polisi: Pelaku Balas Dendam

Regional
Video Merundung Temannya Viral, 9 Remaja Putri di Solo Diamankan Polisi

Video Merundung Temannya Viral, 9 Remaja Putri di Solo Diamankan Polisi

Regional
Risma Minta Fatayat NU Mengawasi Kondisi Ibu Hamil dan Balita Selama Pandemi

Risma Minta Fatayat NU Mengawasi Kondisi Ibu Hamil dan Balita Selama Pandemi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X