Pesan Try Sutrisno untuk Menhan Prabowo Subianto

Kompas.com - 29/10/2019, 19:56 WIB
Wapres RI periode 1993-1998, Try Sutrisno, saat menemui wartawan di Bale Raos, Kota Yogyakarta, Selasa (29/10/2019). KOMPAS.com/YUSTINUS WIJAYA KUSUMAWapres RI periode 1993-1998, Try Sutrisno, saat menemui wartawan di Bale Raos, Kota Yogyakarta, Selasa (29/10/2019).

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Beberapa waktu lalu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menunjuk Prabowo Subianto menjadi Menteri Pertahanan dalam Kabinet Indonesia Maju.

Wapres RI periode 1993-1998, Try Sutrisno, menilai sudah tepat Prabowo Subianto ditunjuk sebagai Menteri Pertahanan karena seorang tentara.

"Kita positif, Pak Prabowo itu adalah tentara kalau dijadikan Menteri Pertahanan ya pantes, kan bidangnya," ujar Wapres RI periode 1993-1998, Try Sutrisno di Bale Raos, Kota Yogyakarta, Selasa (29/10/2019)

Try Sutrisno berharap Negara Indonesia tetap aman. Karenanya Prabowo Subianto sebagai Menteri Pertahanan harus menjamin keamanan Negara.

Baca juga: Doa Try Sutrisno untuk BJ Habibie...

Soal radikalisme dan terorisme

Prabowo Subianto juga perlu memberikan perhatian terhadap berbagai ancaman yang mengintai seperti radikalisme dan terorisme.

"Harapan kita agar negara semakin aman. Tidak boleh kemasukan orang-orang ekstrem itu, dulukan cuma gerombolan, PKI, kanan kiri, sekarangkan ada dari Arab yang ngebom-ngebom itu. Al Qaeda ada ISIS ada macam-macam teror," tegasnya.

"Hati-hati ancaman negaramu besar. Itu harus bisa Prabowo," imbuhnya.

Menurutnya radikalisme dan terorisme harus dilawan. Sebab dapat mengancam kemanan negara.

"Iya jelas, kamu mau negaramu enggak aman? Negaramu aman tentram, bersatu supaya bisa makmur kalau kamu enggak aman enggak bisa makmur, Kasihan rakyat," katanya.

Baca juga: Try Sutrisno Usul UUD 1945 Dikaji Ulang dan Presiden Dipilih MPR

Menciptakan persatuan dan kesatuan

Wapres RI periode 1993-1998, Try Sutrisno mengajak agar semua pihak bersama-sama menjaga persatuan dan kesatuan. Selain itu juga bersama-sama menjaga suasana damai.

"Mari ciptakan suasana aman, tentram dan damai supaya tambah baik kehidupan ini," ucapnya.

Menurutnya dirinya hadir saat acara serah terima Menteri Pertahanan. Saat itu dirinya juga bertemu dengan Prabowo Subianto.

"Waktu serah terimanya Dia (Prabowo Subianto) Saya datang sebagai orang tua," katanya. 

"Kalau pesan saya itu Dia (Prabowo) tahu, Saya mengharapkan yang baru-baru ini lebih baik dari yang kemarin." 

Baca juga: Megawati, Habibie, hingga Try Sutrisno Ikut Lepas Ani Yudhoyono ke Peristirahatan Terakhir



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

KM Fajar Baru 8 Terbakar Saat Bersandar di Pelabuhan Rakyat Sorong, Korban Jiwa Nihil

KM Fajar Baru 8 Terbakar Saat Bersandar di Pelabuhan Rakyat Sorong, Korban Jiwa Nihil

Regional
Kacang Tak Lupa Kulit, Ganjar Sempatkan Diri Sowan ke Rumah Indekos Semasa Kuliah

Kacang Tak Lupa Kulit, Ganjar Sempatkan Diri Sowan ke Rumah Indekos Semasa Kuliah

Regional
'Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat'

"Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat"

Regional
Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Regional
Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Regional
Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Regional
Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

Regional
Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Regional
Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Regional
Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Regional
Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X