Ini Kata Saut Situmorang soal Masa Depan KPK Pasca 3 Pimpinan Serahkan Mandat ke Presiden

Kompas.com - 15/09/2019, 14:37 WIB
Wakil Ketua KPK Saut Situmorang (Baju Biru) Saat di Hutan Pinus, Mangunan, Bantul, Minggu (15/9/2019) KOMPAS.com/MARKUS YUWONOWakil Ketua KPK Saut Situmorang (Baju Biru) Saat di Hutan Pinus, Mangunan, Bantul, Minggu (15/9/2019)

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) Saut Situmorang berharap semua pihak duduk bersama membahas masa depan KPK setelah tiga orang pimpinan KPK menyerahkan mandat ke presiden.

Hal ini dikatakannya seusai mengisi Pagelaran Dongeng di Hutan Pinus, Mangunan, Bantul, Yogyakarta, Minggu (15/9/2019).

"Ada kaitan seperti saya bilang di panggung supaya KPK tidak jadi dongeng. Artinya begini nanti kita tunggu saja seperti apa stepnya ke depan beberapa hari kedepan ini saya pikir nanti ada posisi dimana semua pihak harus duduk ya baik baik," kata Saut. 

Menurut dia, semua pimpinan KPK memiliki perhitungan tersendiri saat menyerahkan mandat kepada presiden.

"Tentunya kita punya perhitungan yang saya katakan tadi kembali lagi kita harus komit ucapan pikiran dan tindakan kita dan dibungkus oleh yang saya bilang nilai integritas tadi," ucapnya.

Baca juga: Saut Situmorang Mundur dari Wakil Ketua KPK, ILR Sebut Alasan Ini...

Saut tidak menyebut siapa saja yang harus bertemu, tetapi dalam pertemuan itu dia berharap tidak mencampuradukkan pembahasan.

"Kalau kita membahas management. Premisnya manajemen jangan diaduk-aduk antara manajemen Kuhap dan yang lain. Jadi manajemen itu manajemen sesuatu yang berbeda dengan  proses Kuhap, jangan mixed sesuai penegakan hukumnya menjadi pruden (hati-hati)," ucapnya.

Soal pengembalian mandat ke presiden

Disinggung mengenai pengembalian mandat ke presiden. Saut menjelaskan tentang efisiensi yang ada.

"Karena memang dari diskusi kita itu yang kalau kita bicara manajemen itu kan efisiensi, itu akan menjadi efisien, lebih efektif. Dan lebih kalau saya katakan kan kalau pemberantasan korupsi dipegang tongkatnya dipegang kepala negara dan kepala pemerintahan," ucapnya. 

"Sementara itu (penyerahan mandat ke presiden) akan menjadi lebih baik sampai nanti kemudian sudah hasil yang terbaru itu, nanti kemudian mereka (Capim baru) bisa jalan, yang hasil dari capim terakhir," katanya. 

Baca juga: Masih Tampil di KPK, Saut Situmorang Resmi Mundur Senin Besok

Menurut dia, pimpinan KPK yang baru sudah berjalan, baru serah terima akan dilakukan.

"Kalau itu sudah jalan baru kita tinggal serah terima nanti. Makanya kita bereskan dulu sampai nanti tahun ini, seperti apa kita membicarakan format KPK yang baik, undang-undangnya yang diterima oleh azas International, terlebih kalau kita mengacu pada piagam PBB anti korupsi karena kita harus mengacu di sana juga," kata dia. 

"Nanti kita beberapa hari atau jam ke depan masih ada waktu untuk ketemu atau bicaralah." 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Olah Pangan Lokal, Usaha Kelompok Masyarakat Ini Beromzet Jutaan Rupiah Selama Pandemi

Olah Pangan Lokal, Usaha Kelompok Masyarakat Ini Beromzet Jutaan Rupiah Selama Pandemi

Regional
Mayat Perempuan Terbakar dalam Mobil di Sukoharjo Korban Pembunuhan

Mayat Perempuan Terbakar dalam Mobil di Sukoharjo Korban Pembunuhan

Regional
Tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja, Buruh Demo di Gedung DPRD Kalsel

Tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja, Buruh Demo di Gedung DPRD Kalsel

Regional
Pemilik Tanaman Ganja di Tasik Lakukan Riset dan Gunakan Cara Ilmiah

Pemilik Tanaman Ganja di Tasik Lakukan Riset dan Gunakan Cara Ilmiah

Regional
Kisah Vera Key, Sukses Usaha Reparasi Boneka Bekas Diminati hingga ke Mancanegara

Kisah Vera Key, Sukses Usaha Reparasi Boneka Bekas Diminati hingga ke Mancanegara

Regional
Kisah TKW Indramayu Meninggal di Malaysia karena TBC, Kabur dari Majikan dan Dirawat Pria Myanmar

Kisah TKW Indramayu Meninggal di Malaysia karena TBC, Kabur dari Majikan dan Dirawat Pria Myanmar

Regional
Heboh Pendaki Foto Bugil di Gunung Gede, Ini Kata Pengelola

Heboh Pendaki Foto Bugil di Gunung Gede, Ini Kata Pengelola

Regional
Ingat, Wisatawan yang Ingin ke Bali Tetap Wajib Menunjukkan Hasil Rapid Test

Ingat, Wisatawan yang Ingin ke Bali Tetap Wajib Menunjukkan Hasil Rapid Test

Regional
Sultan HB X Ogah Komentari Satu Tahun Pemerintahan Jokowi-Ma'ruf

Sultan HB X Ogah Komentari Satu Tahun Pemerintahan Jokowi-Ma'ruf

Regional
Mengaku Dipukul Kekasihnya di Apartemen, Perempuan Ini Pecah Kaca Jendela untuk Cari Bantuan

Mengaku Dipukul Kekasihnya di Apartemen, Perempuan Ini Pecah Kaca Jendela untuk Cari Bantuan

Regional
Wartawan Dibunuh karena Masalah Sepele, Keluarga Minta Pelaku Dihukum Seberat-beratnya

Wartawan Dibunuh karena Masalah Sepele, Keluarga Minta Pelaku Dihukum Seberat-beratnya

Regional
Harapan Gubernur Sulsel di Periode Kedua Pemerintahan Jokowi

Harapan Gubernur Sulsel di Periode Kedua Pemerintahan Jokowi

Regional
Ngantor Pakai Sarung di Hari Santri, ASN: Teringat Perjuangan Kiai Hasyim Asy’ari

Ngantor Pakai Sarung di Hari Santri, ASN: Teringat Perjuangan Kiai Hasyim Asy’ari

Regional
Ada Kirab Perahu di Rawa Pening untuk Peringati Hari Santri Nasional

Ada Kirab Perahu di Rawa Pening untuk Peringati Hari Santri Nasional

Regional
3 Anak Hilang Misterius di Langkat, Polisi Turunkan Anjing Pelacak

3 Anak Hilang Misterius di Langkat, Polisi Turunkan Anjing Pelacak

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X