Diduga Korupsi Pembangunan Balai Desa, Kades Ini Ditetapkan Tersangka

Kompas.com - 12/08/2019, 19:51 WIB
Ilustrasi shutterstockIlustrasi

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Kejaksaan Negeri Gunungkidul, Yogyakarta, menetapkan Kepala Desa Baleharjo, Agus Setiawan, sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pembangunan Balai Desa Baleharjo, Kecamatan Wonosari.

"Sudah (ada penetapan tersangka), sementara baru satu," kata Kajari Gunungkidul, Asnawi Mukti, saat ditemui di Kantor DPRD Gunungkidul, Senin (12/8/2019).

Asnawi menyebut, tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka lain dalam kasus ini.

Baca juga: Terlibat Korupsi Dana Desa, Mantan Pejabat Bupati Buton Tengah Jadi Tersangka

"Kasus korupsi itu tidak berdiri sendiri, ada kemungkinan tersangka lainnya," ucap dia. 

Kepala Seksi Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri Gunungkidul, M Darojat mengatakan, pihaknya sudah mentapkan AS sebagai tersangka pada 5 Agustus 2019.

"AS sudah ditetapkan tersangka tanggal 5 lalu," ucap dia.

Kades Baleharjo Agus Setiawan mengatakan, sudah mengetahui jika ditetapkan sebagai tersangka saat muncul dalam undangan pemeriksaan perangkat desa.

"Nama saya muncul dalam undangan Kejari (Kejaksaan Negeri) Gunungkidul yang ditujukan kepada perangkat desa," ucap dia. 

Agus mengakui ada kesalahan administrasi, karena tidak mampu menunjukkan bukti pelaporan penggunaan anggaran pembangunan balai desa.

Sebab, pemborong yang membangun balai desa melarikan diri.

"Karena memang yang membuat laporan itu bukan saya. Yang bertanggung jawab pemborong, tapi melarikan diri. Lalu apa yang akan saya laporkan," ujar dia.

Baca juga: Mantan Kepala Desa di Kampar Ditangkap Polisi karena Diduga Korupsi Dana Desa

Saat ini, ia tengah mempersiapkan diri menghadapi kasus hukum, termasuk setiap saat dimasukkan ke jeruji besi.

Seluruh keluarganya pun sudah diberikan penjelasan mengenai kasus hukumnya.

"Saya menyampaikan kepada anak istri, kasus ini kesalahan administrasi dan bukan mengambil hak dari orang lain," kata dia.

Pembangunan balai desa menelan dana total sekitar Rp 1,4 miliar. Nilai kerugian negara dalam kasus tersebut sekitar Rp 350 juta.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Untuk Pertama Kalinya, Jalur Gentong Tasikmalaya Tak Macet Saat Lebaran

Untuk Pertama Kalinya, Jalur Gentong Tasikmalaya Tak Macet Saat Lebaran

Regional
Ditunjuk Jokowi, Gorontalo Kaji Penerapan New Normal agar Masyarakat Tak Bingung

Ditunjuk Jokowi, Gorontalo Kaji Penerapan New Normal agar Masyarakat Tak Bingung

Regional
Polisi Sita 87 Balon Udara Milik Warga, Salah Satunya Berukuran 35 Meter

Polisi Sita 87 Balon Udara Milik Warga, Salah Satunya Berukuran 35 Meter

Regional
Kendaraan yang Diminta Putar Balik di Tol Jakarta-Cikampek Didominasi Mobil Pribadi

Kendaraan yang Diminta Putar Balik di Tol Jakarta-Cikampek Didominasi Mobil Pribadi

Regional
Usai Tabrak Rumah Warga, Kapolsek Ini Sempat Tak Mengaku

Usai Tabrak Rumah Warga, Kapolsek Ini Sempat Tak Mengaku

Regional
Pemprov DIY Susun Aturan Penerapan New Normal

Pemprov DIY Susun Aturan Penerapan New Normal

Regional
Video Viral Warga Desa 'Usir' Pendatang dengan Meriam Bambu, Ini Faktanya

Video Viral Warga Desa "Usir" Pendatang dengan Meriam Bambu, Ini Faktanya

Regional
Bupati Ogan Ilir Tegaskan Tidak Akan Menerima 109 Tenaga Medis yang Sudah Dipecat

Bupati Ogan Ilir Tegaskan Tidak Akan Menerima 109 Tenaga Medis yang Sudah Dipecat

Regional
Wagub Kaltim Sebut APBD Tak Mampu Tangani Banjir Samarinda, Butuh Bantuan Pusat

Wagub Kaltim Sebut APBD Tak Mampu Tangani Banjir Samarinda, Butuh Bantuan Pusat

Regional
Antisipasi Arus Balik Lebaran, Masuk Bali via Pelabuhan Ketapang Harus Punya Surat Bebas Covid-19

Antisipasi Arus Balik Lebaran, Masuk Bali via Pelabuhan Ketapang Harus Punya Surat Bebas Covid-19

Regional
Fakta Mobil Kapolsek Tabrak Rumah Warga, Diduga Mabuk, Satu Balita dan Neneknya Tewas di Lokasi

Fakta Mobil Kapolsek Tabrak Rumah Warga, Diduga Mabuk, Satu Balita dan Neneknya Tewas di Lokasi

Regional
Disdukcapil Karawang: Pendatang Ajukan Surat Pindah Akan Ditolak Selama PSBB

Disdukcapil Karawang: Pendatang Ajukan Surat Pindah Akan Ditolak Selama PSBB

Regional
Tempat Wisata dan Makam Ditutup Jelang Perayaan Lebaran Topat di Mataram

Tempat Wisata dan Makam Ditutup Jelang Perayaan Lebaran Topat di Mataram

Regional
Klaster Pasar Raya Padang Terus Membesar, Bertambah 32 Kasus Covid-19 Baru, Total 148 Positif

Klaster Pasar Raya Padang Terus Membesar, Bertambah 32 Kasus Covid-19 Baru, Total 148 Positif

Regional
Hendak Bersandar, Kapal Nelayan Bali Diusir dari Kepulauan Aru

Hendak Bersandar, Kapal Nelayan Bali Diusir dari Kepulauan Aru

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X