Hari ke-6, Pencarian Legenda Persis Solo Ferry Anto Difokuskan ke Pantai Kulon Progo

Kompas.com - 25/06/2019, 17:47 WIB
Tim SAR Gabungan melakukan pencarian mantan pemain Persis Solo Ferry Anto dan anaknya, Fajrina Dwi Saputri (Freya) di Pantai Baru, Desa Poncosari, Kecamatan Srandakan, Kabupaten Bantul, Yogyakarta, Jumat (21/6/2019). Dokumentasi Basarnas YogyakartaTim SAR Gabungan melakukan pencarian mantan pemain Persis Solo Ferry Anto dan anaknya, Fajrina Dwi Saputri (Freya) di Pantai Baru, Desa Poncosari, Kecamatan Srandakan, Kabupaten Bantul, Yogyakarta, Jumat (21/6/2019).

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Tim SAR gabungan yang melakukan pencarian terhadap mantan pemain Persis Solo Ferry Anto Eko Saputro (34), yang terseret ombak di Pantai Baru, Bantul Kamis (20/6/2019).

Tim SAR hingga hari ke-6 masih belum menemukan tanda kemunculan Ferry.

Sekretaris SAR Satlinmas wilayah IV Bantul Nugroho mengatakan, pihaknya sampai saat ini masih melakukan pencarian terhadap Ferry Anto.

Pihaknya melakukan fokus pencarian bergeser ke wilayah Barat yakni wilayah operasi SAR Satlinmas Wilayah V Kulon Progo yakni di sekitar pantai Glagah dan Trisik.


"Saat ini pencarian kita fokuskan ke Barat," katanya saat dihubungi Kompas.com melalui pesan singkat, Selasa (25/6/2019).

Baca juga: Gelombang Tinggi, Pencarian Mantan Pemain Persis Solo yang Hilang di Pantai Menggunakan Drone

Dijelaskannya, hingga saat ini dalam proses pencarian tidak menggunakan kapal, namun fokus pencarian darat. Hal ini lantaran tingginya gelombang yang masih terjadi di perairan selatan Jawa.

"Perahu enggak bisa turun, gelombangnya tinggi terus," ucapnya.

Nugroho mengatakan, untuk pencarian akan dilaksanakan sampai hari ke-7 sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Pihaknya berharap Ferry segera ditemukan. Adapun unsur yang terlibat diantaranya SAR Satlinmas, Basarnas Yogyakarta, Pos AL Sama, Ditpolair Polda DIY, SAR DIY, dan potensi SAR lainnya. 

"Besok terakhir pencarian," katanya.

Sebelumnya Humas Basarnas Yogyakarta Pipit Eriyanto menambahkan, pencarian akan dilakukan sampai 7 hari, sesuai UU No 29 tahun 2014 tentang pencarian dan pertolongan. Pihaknya bersama SAR gabungan terus berupaya melakukan pencarian terhadap Ferry Anto.

Baca juga: Hari Keempat Pencarian, Legenda Persis Solo Ferry Anto Masih Belum Ditemukan

Terseret ombak besar

Adapun kronologi kejadian. Pada saat kejadian, rombongan berjumlah delapan orang berwisata ke Pantai Baru di Bantul, Kamis (20/6/2019).

Sebanyak empat orang bermain di pinggir pantai yakni Ai, Felicia, Afdhal, dan Shela. Naas tiba-tiba ada ombak besar datang lalu menyeret mereka ke tengah laut.

Kejadian tersebut berlangsung sekitar pukul 10.00 WIB. Melihat keluarganya terseret ombak, Ferry Anto yang saat itu menggendong Freya berusaha menyelamatkan. Dia hanya mampu menyelamatkan Felicia ke pinggir.

Namun kemudian Ferry Anto dan Freya malah ikut tenggelam bersama tiga orang lainnya akibat ikut terseret ombak.

Tim SAR yang tahu kejadian itu langsung memberi pertolongan, tapi hanya tiga korban bisa diselamatkan yakni Ai, Afdhal, dan Shela. Sementara Ferry Anto dan Freya tenggelam. 

Baca juga: Kronologi Hilangnya Legenda Persis Solo, Ferry Anto, di Pantai Bantul

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Terkena Jebakan Babi, Pemburu Burung di Sumsel Tewas Tersetrum

Terkena Jebakan Babi, Pemburu Burung di Sumsel Tewas Tersetrum

Regional
PVMBG Sebut Lokasi Longsor di Tol Cipularang KM 118 Dulunya Daerah Aliran Sungai

PVMBG Sebut Lokasi Longsor di Tol Cipularang KM 118 Dulunya Daerah Aliran Sungai

Regional
Sempat Tertimbun Longsor, Akses Jalan Geopark Cileteuh Kembali Dilintasi Kendaraan

Sempat Tertimbun Longsor, Akses Jalan Geopark Cileteuh Kembali Dilintasi Kendaraan

Regional
Inovatif, Aspal Jalan di Semarang Berbahan Baku Sampah Plastik Kresek

Inovatif, Aspal Jalan di Semarang Berbahan Baku Sampah Plastik Kresek

Regional
Hati-hati, Tol Cipularang KM 118 Berpotensi Longsor Kembali

Hati-hati, Tol Cipularang KM 118 Berpotensi Longsor Kembali

Regional
Rekomendasi PVMBG soal Longsor yang Mengancam Tol Cipularang KM 118

Rekomendasi PVMBG soal Longsor yang Mengancam Tol Cipularang KM 118

Regional
Cerita Milla, Mahasiswi Program Doktor yang Jalani Observasi di Natuna, Rindu Keluarga

Cerita Milla, Mahasiswi Program Doktor yang Jalani Observasi di Natuna, Rindu Keluarga

Regional
Matt Wright Pulang ke Australia, Buaya di Sungai Palu Masih Berkalung Ban

Matt Wright Pulang ke Australia, Buaya di Sungai Palu Masih Berkalung Ban

Regional
Seberangi Sungai Ciawi, Seorang Ibu Muda Tewas Terseret Banjir Bandang

Seberangi Sungai Ciawi, Seorang Ibu Muda Tewas Terseret Banjir Bandang

Regional
Bangunan SMP di Tasikmalaya Jebol, Kegiatan Belajar Siswa Tak Terganggu

Bangunan SMP di Tasikmalaya Jebol, Kegiatan Belajar Siswa Tak Terganggu

Regional
Ratusan ASN Diduga Sebarkan Konten Provokasi Lewat Medsos

Ratusan ASN Diduga Sebarkan Konten Provokasi Lewat Medsos

Regional
Ini Penyebab Longsor yang Mengancam Tol Cipularang KM 118

Ini Penyebab Longsor yang Mengancam Tol Cipularang KM 118

Regional
Banjir Surut, BPBD Tasikmalaya Imbau Warga Tetap Waspada

Banjir Surut, BPBD Tasikmalaya Imbau Warga Tetap Waspada

Regional
Ular Piton 4 Meter Diamankan Usai Menelan Ayam Milik Warga di Ngawi

Ular Piton 4 Meter Diamankan Usai Menelan Ayam Milik Warga di Ngawi

Regional
Ritual Usir Setan Berujung Maut, Ayah Tega Bunuh Anaknya yang Berusia 3 Tahun

Ritual Usir Setan Berujung Maut, Ayah Tega Bunuh Anaknya yang Berusia 3 Tahun

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X