Pembakar Surat Suara di Gunungkidul Divonis Hukuman Percobaan 6 Bulan

Kompas.com - 24/06/2019, 18:22 WIB
Suasana sidang dengan agenda pembacaan vonis di Pengadilan Negeri Gunungkidul dalam kasus pembakaran surat suara pemilu 2019, Senin (24/6/2019). KOMPAS.com/MARKUS YUWONO Suasana sidang dengan agenda pembacaan vonis di Pengadilan Negeri Gunungkidul dalam kasus pembakaran surat suara pemilu 2019, Senin (24/6/2019).

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Majelis Hakim PN Gunungkidul, Yogyakarta, menjatuhkan vonis pidana penjara dua bulan dengan masa percobaan enam bulan kepada Mahardika Wirabuana Krisnamurti (21), pelaku pembakaran surat suara di TPS 9, Dusun Jaranmati II, Desa Karangmojo, Kecamatan Karangmojo, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Putusan hakim ini dibacakan pada sidang Senin (24/6/2019) di Ruang Sidang Cakra, PN Gunungkidul, Yogyakarta. 

Keputusan dibacakan oleh Hakim Ketua Trijoko Yohanes Gantar Pamungkas dan dua Hakim Anggota, yakni Agung Budi Setiawan dan Melia Nur Pratiwi.

Trijoko menyatakan Mahardika terbukti secara sah telah bersalah dan melanggar pasal 531 Undang-undang No. 7 tahun 2017 tentang Pemilu.

Baca juga: Bakar Surat Suara saat Pemilu, Mahardika Dituntut 1 Bulan Penjara

"Menjatuhkan pidana kepada terdakwa oleh karena itu dengan pidana penjara selama dua bulan. Penetapan terhadap pidana yang dijatuhkan tersebut tidak perlu dijalani, kecuali apabila di kemudian hari ada perintah hakim yang menyatakan lain, terpidana sebelum masa percobaan selama enam bulan berakhir telah bersalah melakukan suatu tindak pidana," ucap Trijoko, Senin (24/6/2019) siang.

Pengadilan juga memerintahkan agar barang bukti berupa surat suara yang disobek dan dibakar diserahkan ke Bawaslu Gunungkidul. Mahardika juga dikenai biaya perkara Rp 2.000.

Mendapat hukuman tersebut, Mahardika mengaku menerima. "Menerima," katanya. 

Sidang sendiri digelar selama tujuh hari kerja berturut-turut hingga adanya putusan ini. Selama persidangan, terdapat 10 saksi yang dihadirkan untuk memberikan keterangan.

Baca juga: Tak Suka Kinerja Dewan, Pria Ini Bakar Surat Suara

Pembelajaran berdemokrasi

Menanggapi keputusan tersebut, Ketua Bawaslu Kabupaten Gunungkidul Is Sumarsono mengatakan jika keputusan hakim sudah sesuai. Bahkan, pihaknya tidak mempermasalahkan keputusan tersebut.

Menurut dia, kasus ini sampai ke pengadilan untuk pembelajaran cara berdemokrasi dengan baik.

"Ke depan, tidak ada lagi kejadian serupa. Jika tidak menerima hasil pemilu atau tidak suka dengan caleg tidak perlu sampai merobek bahkan membakar surat suara," ucapnya.

Perlu diketahui Mahardika Wirabuana Krisnamurti diajukan ke pengadilan karena membakar surat suara saat pemilu pada April 2019 yang lalu di TPS 09, Dusun Jaranmati II, Kecamatan Karangmojo, Gunungkidul.

Baca juga: [POPULER NUSANTARA] Hasil Pilpres di TPS Kepala Daerah | Kasus Pemilih Bakar Surat Suara di Gunungkidul

Kejadian itu diketahui sejumlah saksi dan terdakwa akhirnya dilaporkan oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Gunungkidul ke Polres Gunungkidul.

Kasus Pemilih Bakar Surat Suara di Gunungkidul Setelah menjalani proses penyelidikan Gakkumdu, yang bersangkutan akhirnya diproses hukum.

Dalam perkara tersebut terdakwa disangka melanggar hukum dan memenuhi unsur dalam delik pidana pemilu. 

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Empat Pelajar SMP yang Jatuh ke Jurang di Cianjur Diduga Hendak Tawuran

Empat Pelajar SMP yang Jatuh ke Jurang di Cianjur Diduga Hendak Tawuran

Regional
Ricuh Warga di Perumnas Mandala, Massa Saling Lempar Batu hingga Polisi Letuskan Tembakan

Ricuh Warga di Perumnas Mandala, Massa Saling Lempar Batu hingga Polisi Letuskan Tembakan

Regional
Keluarga Tak Yakin Tengkorak yang Ditemukan Milik Astrid, Pelajar SMA yang Hilang 2 Bulan

Keluarga Tak Yakin Tengkorak yang Ditemukan Milik Astrid, Pelajar SMA yang Hilang 2 Bulan

Regional
Jadi Venue Piala Dunia U-20, Pemkot Surakarta Butuh Rp 80 Miliar

Jadi Venue Piala Dunia U-20, Pemkot Surakarta Butuh Rp 80 Miliar

Regional
8 Tahun Disiksa Ibu Kandung, Anak: Kami Ingin Ibu Peluk dan Kasih Sayangnya

8 Tahun Disiksa Ibu Kandung, Anak: Kami Ingin Ibu Peluk dan Kasih Sayangnya

Regional
Enam dari 11 Kabupaten Penyelenggara Pilkada 2020 di Papua, Ada Riwayat Konflik

Enam dari 11 Kabupaten Penyelenggara Pilkada 2020 di Papua, Ada Riwayat Konflik

Regional
Berkat Pembaca Kompas.com, Kini Nining Tak Lagi Tinggal di WC Sekolah dan Buka Usaha

Berkat Pembaca Kompas.com, Kini Nining Tak Lagi Tinggal di WC Sekolah dan Buka Usaha

Regional
Pembebasan Lahan Bandara Kediri, Pemerintah Akan Gunakan Skema Konsinyasi

Pembebasan Lahan Bandara Kediri, Pemerintah Akan Gunakan Skema Konsinyasi

Regional
Pasangan Suami Istri Nekat Konsumsi Sabu di Kamar Rumah, Begini Akhir Nasibnya

Pasangan Suami Istri Nekat Konsumsi Sabu di Kamar Rumah, Begini Akhir Nasibnya

Regional
Ini Permintaan Sukiyah Setelah Rambutnya yang Jadi Sarang Tikus Dipotong

Ini Permintaan Sukiyah Setelah Rambutnya yang Jadi Sarang Tikus Dipotong

Regional
Sungai Parat Semarang Tercemar Limbah Babi, Peternak Akui Ada Kebocoran

Sungai Parat Semarang Tercemar Limbah Babi, Peternak Akui Ada Kebocoran

Regional
Pemerintah Butuh 65.000 Tenaga Kerja untuk Proyek Pembangkit Listrik 35.000 MW

Pemerintah Butuh 65.000 Tenaga Kerja untuk Proyek Pembangkit Listrik 35.000 MW

Regional
Lowongan PPK Pilkada Jember 2020 Diminati Milenial, Dibutuhkan 155 yang Daftar 1.041

Lowongan PPK Pilkada Jember 2020 Diminati Milenial, Dibutuhkan 155 yang Daftar 1.041

Regional
4 Kasus Bocah Digigit Ular, Meniru Tayangan Youtube hingga Bekas Gigitan Ditutup Plester

4 Kasus Bocah Digigit Ular, Meniru Tayangan Youtube hingga Bekas Gigitan Ditutup Plester

Regional
Ikan Paus Sepanjang 15 Meter Terdampar di Hutan Magrove, Warga Kesulitan Evakuasi

Ikan Paus Sepanjang 15 Meter Terdampar di Hutan Magrove, Warga Kesulitan Evakuasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X