Uji Coba Malioboro Bebas Kendaraan Bermotor, Omzet Toko-toko Turun 50 Persen

Kompas.com - 21/06/2019, 14:33 WIB
Suasana kawasan Malioboro saat pelaksanaan uji coba semi pedestrian KOMPAS.com / WIJAYA KUSUMASuasana kawasan Malioboro saat pelaksanaan uji coba semi pedestrian

YOGYAKARTA,KOMPAS.com - Uji coba semi pedestrian Malioboro berdampak pada menurunnya omzet toko-toko.

Dari evaluasi Perkumpulan Pengusaha Malioboro-Ahmad Yani (PPMAY) toko- toko di Malioboro mengalami penurunan omzet hingga 50 persen.

PPMAY telah melakukan evaluasi usai pelaksanaan uji coba semi pedestrian Malioboro pada 18 Juni 2019 kemarin.

"Situasi Malioboro di siang hari nyaris kosong melompong," ujar Ketua Umum PPMAY Sadana Mulyono, Jumat (21/6/2019).

Baca juga: 6 Fakta Uji Coba Malioboro Bebas Kendaraan, Sri Sultan Pungut Sampah hingga Steril Selama 15 Jam

Sadana menuturkan, uji coba pada Selasa Wage, dipandang kurang bisa mencerminkan kondisi Malioboro sebenarnya.

Sebab, kaki lima yang biasa berjualan di Malioboro libur pada Selasa Wage.

Dari hasil evaluasi PPMAY, uji coba semi pedestrian Malioboro juga berdampak pada omzet toko-toko di sepanjang Malioboro.

Pendapatan pemilik-pemilik toko di sepanjang Malioboro mengalami penurunan saat uji coba semi pedestrian dari pukul 06.00 WIB hingga pukul 21.00 WIB.

Padahal, Selasa Wage sebelumnya, ada beberapa toko yang justru ramai karena pedagang kaki lima (PKL) Malioboro libur. Toko yang ramai terutama memiliki dagangan sejenis dengan PKL.

"Kekhawatiran kami terbukti, toko-toko mengalami penurunan hingga 50 persen dan ini fakta, bisa dipertanggungjawabkan," tegasnya.

Baca juga: Susuri Malioboro, Sri Sultan Pungut Sampah yang Dibuang Sembarangan

Tak hanya toko, parkir juga mengalami penurunan karena pembatasan kendaraan bermotor yang melintas di Malioboro.

Parkir di Malioboro Mall mengalami penurunan sebesar 60 persen. Tenant dan outlet di mal, secara rata rata juga mengalami penurunan omzet 40 persen.

"Tapi kalau toko-toko khusus makanan dan minuman ramai. Karena Selasa Wage angkringan juga libur, tidak ada jajan lain," urainya.

Diakuinya, memang saat uji coba semi pedestrian pada pagi dan malam banyak yang berkunjung ke Malioboro. Namun mereka datang bukan untuk belanja.

Mereka datang lanjutnya karena ingin tahu suasana jalan Malioboro ketika kendaraan bermotor dibatasi.

"Jadi istilahnya euforia, selfie-selfie di jalan dan sebagainya, tetapi tidak untuk belanja," tegasnya.

Dampak penurunan omzet ini, lanjutnya, menjadi hal yang perlu dipikirkan dengan serius oleh pemerintah. Penurunan omzet terus menerus akan menyebabkan toko tidak bisa bertahan.

"Ya, kalau sampai ada toko yang gulung tikar, bagaimana nasib para karyawannya?" urainya.

Perlu dipertimbangkan pula akses bagi pemilik toko yang menjadi warga dan tinggal di Malioboro. Sebab, saat uji coba kemarin kesulitan untuk mencari akses pulang ke rumahnya.

Ia mengatakan, jika wacana Malioboro bebas kendaraan akan diterapkan, harus melalui pertimbangan yang matang dari semua aspek. Pemerintah juga perlu melengkapi insfrastruktur seperti kantong parkir. 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

MLTR Mendapat Sambutan Hangat Saat Konser di Semarang

MLTR Mendapat Sambutan Hangat Saat Konser di Semarang

Regional
Fakta Lengkap Banjir dan Longsor di Agam, Diduga karena Pembalakan Liar hingga Tetapkan Status Tanggap Darurat

Fakta Lengkap Banjir dan Longsor di Agam, Diduga karena Pembalakan Liar hingga Tetapkan Status Tanggap Darurat

Regional
[POPULER NUSANTARA] Respon Wishnutama soal Bali Tak Layak Dikunjungi | Driver Ojek Online Minta Maaf

[POPULER NUSANTARA] Respon Wishnutama soal Bali Tak Layak Dikunjungi | Driver Ojek Online Minta Maaf

Regional
Fakta Bali Disarankan Tak Dikunjungi Pada 2020, Tanggapan Pemerintah hingga Akan Kumpulkan Pelaku Pariwisata

Fakta Bali Disarankan Tak Dikunjungi Pada 2020, Tanggapan Pemerintah hingga Akan Kumpulkan Pelaku Pariwisata

Regional
Angin Puting Beliung di Enrekang, 6 Rumah Rusak, 1 Nyaris Roboh

Angin Puting Beliung di Enrekang, 6 Rumah Rusak, 1 Nyaris Roboh

Regional
Warga Surabaya Ingin Risma Buat Taman Berisi Pohon Tabebuya

Warga Surabaya Ingin Risma Buat Taman Berisi Pohon Tabebuya

Regional
Lima Gempa Bumi Guncang Sumbar dalam Kurun Seminggu

Lima Gempa Bumi Guncang Sumbar dalam Kurun Seminggu

Regional
Kulon Progo Bakal Terapkan Denda hingga Penjara bagi Perokok di Kawasan Tanpa Rokok

Kulon Progo Bakal Terapkan Denda hingga Penjara bagi Perokok di Kawasan Tanpa Rokok

Regional
Turis Belanda Tewas Bunuh Diri, Tinggalkan Surat Wasiat Minta Maaf

Turis Belanda Tewas Bunuh Diri, Tinggalkan Surat Wasiat Minta Maaf

Regional
Izin Operasional Bandara Notohadinegoro Jember Mati Sejak Maret 2018

Izin Operasional Bandara Notohadinegoro Jember Mati Sejak Maret 2018

Regional
Kronologi Bentrok Antar Mahasiswa Universitas HKBP Nommensen

Kronologi Bentrok Antar Mahasiswa Universitas HKBP Nommensen

Regional
Setelah 48 Jam, Akses Jalan yang Tertutup Longsor di Agam Bisa Terbuka

Setelah 48 Jam, Akses Jalan yang Tertutup Longsor di Agam Bisa Terbuka

Regional
Nenek Hilang 7 Hari di Hutan, Tim SAR Gabungan Hentikan Pencarian

Nenek Hilang 7 Hari di Hutan, Tim SAR Gabungan Hentikan Pencarian

Regional
Investor Serbu Jateng, Nilai Investasi Masuk Capai Rp 211,19 Triliun

Investor Serbu Jateng, Nilai Investasi Masuk Capai Rp 211,19 Triliun

Regional
Gubernur Olly Lobi Pemerintah Pusat agar KTT G20 Tahun 2023 Digelar di Sulawesi Utara

Gubernur Olly Lobi Pemerintah Pusat agar KTT G20 Tahun 2023 Digelar di Sulawesi Utara

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X