Menkominfo Ungkap Jumlah Kabar Hoaks Meningkat 18 Kali Lipat

Kompas.com - 08/04/2019, 00:00 WIB
Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara, di Balai Kartini, Jakart Selatan, Kamis (28/3/2019). CHRISTOFORUS RISTIANTO/KOMPAS.comMenteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara, di Balai Kartini, Jakart Selatan, Kamis (28/3/2019).

KULON PROGO, KOMPAS.com - Kabar bohong atau hoaks tumbuh super pesat dalam 7 bulan belakangan. Menteri Komunikasi dan Informatika RI Rudiantara mengungkapkan, jumlah kabar bohong menembus 18 kali lipat sejak Agustus 2018.

Pertumbuhan hoaks utamanya menyebar di media sosial.

" Hoaks ini sudah sangat memprihatinkan," kata Rudiantara usai menjadi juru kampanye pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin yang berlangsung di alun-alun Wates, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, Minggu (7/4/2019).

Baca juga: Saat Kampanye, Rudiantara Sebut Ada yang Ancam Keistimewaan Yogyakarta

Kabar bohong terbanyak mengangkat isu seputar politik, pemilihan umum 2019, hingga pencalonan presiden dan wakil presiden. Tidak sekadar mengumbar kabar bohong, tetapi juga menebar fitnah, bahkan mengadu domba.

Dua pasangan capres-cawapres yang sedang "bertarung" sekarang juga tidak sepi dari serangan hoaks. Kedua kubu pernah diterpa hoaks itu, baik menyerang kubu pasangan 01 maupun 02.

Kominfo berperan untuk terus membendung dan menahan tumbuhnya berita bohong itu. Kominfo bekerja sama dengan kepolisian untuk terus memberangus para penyebar hoaks.

"Paling banyak (menyerang) kubu 01," kata Rudiantara.

Kominfo terus melakukan langkah mengidentifikasi banyaknyanya kabar bohong yang terus beredar. Mereka kemudian memverifikasi dan memvalidasi kabar bohong itu.

Kominfo mencatat hoaks tumbuh cepat. Pada Agustus 2018, Kominfo menemukan 25 kabar bohong tersebar di medsos.

Setelah identifikasi hingga validasi lagi hingga akhir tahun, Kominfo memastikan ada 75 hoaks tersebar atau naik 3 kali lipat hingga Desember 2018.

Baca juga: Sandiaga Wacanakan Buyback Indosat, Ini Kata Rudiantara

Jumlah hoaks terus naik hingga sekarang. Kominfo mencatat kenaikan 7 kali lipat di Januari 2019, menjadi 175 kabar bohong. Lantas mencatat kenaikan 14 kali lipat pada Februari, menjadi 353 kabar bohong.

Kabar bohong terus membuncah jadi 453 di Maret 2019 ini atau naik 18 kali lipat dibanding pertengahan 2018.

Menurut Rudiantara, hoaks sudah merusak suasana pesta demokrasi di Pemilu kali ini. Menurutnya, semua pihak harus ikut bertanggung jawab untuk menanggulanginya.

"Kita memasuki yang namanya pesta politik. Pernah tidak kalau ke pesta orangnya ngajak berantem. Tidak ada. Kalau menganggap ini pesta politik maka berlakulah seperti menyongsong pesta, bergembira, silaturahmi, dan sebagainya. Bahwa pilihan, sebagai menteri, saya berharap janganlah menyebar hoaks," kata Rudiantara.

Menkominfo memastikan bahwa pemerintah serius dan terus bekerja untuk menanggulangi penyebaran hoaks ini. Kominfo l menjalin kerja sama dengan kepolisian RI untuk menindak dan mengejar pelaku hoaks di mana pun.


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

MLTR Mendapat Sambutan Hangat Saat Konser di Semarang

MLTR Mendapat Sambutan Hangat Saat Konser di Semarang

Regional
Fakta Lengkap Banjir dan Longsor di Agam, Diduga karena Pembalakan Liar hingga Tetapkan Status Tanggap Darurat

Fakta Lengkap Banjir dan Longsor di Agam, Diduga karena Pembalakan Liar hingga Tetapkan Status Tanggap Darurat

Regional
[POPULER NUSANTARA] Respon Wishnutama soal Bali Tak Layak Dikunjungi | Driver Ojek Online Minta Maaf

[POPULER NUSANTARA] Respon Wishnutama soal Bali Tak Layak Dikunjungi | Driver Ojek Online Minta Maaf

Regional
Fakta Bali Disarankan Tak Dikunjungi Pada 2020, Tanggapan Pemerintah hingga Akan Kumpulkan Pelaku Pariwisata

Fakta Bali Disarankan Tak Dikunjungi Pada 2020, Tanggapan Pemerintah hingga Akan Kumpulkan Pelaku Pariwisata

Regional
Angin Puting Beliung di Enrekang, 6 Rumah Rusak, 1 Nyaris Roboh

Angin Puting Beliung di Enrekang, 6 Rumah Rusak, 1 Nyaris Roboh

Regional
Warga Surabaya Ingin Risma Buat Taman Berisi Pohon Tabebuya

Warga Surabaya Ingin Risma Buat Taman Berisi Pohon Tabebuya

Regional
Lima Gempa Bumi Guncang Sumbar dalam Kurun Seminggu

Lima Gempa Bumi Guncang Sumbar dalam Kurun Seminggu

Regional
Kulon Progo Bakal Terapkan Denda hingga Penjara bagi Perokok di Kawasan Tanpa Rokok

Kulon Progo Bakal Terapkan Denda hingga Penjara bagi Perokok di Kawasan Tanpa Rokok

Regional
Turis Belanda Tewas Bunuh Diri, Tinggalkan Surat Wasiat Minta Maaf

Turis Belanda Tewas Bunuh Diri, Tinggalkan Surat Wasiat Minta Maaf

Regional
Izin Operasional Bandara Notohadinegoro Jember Mati Sejak Maret 2018

Izin Operasional Bandara Notohadinegoro Jember Mati Sejak Maret 2018

Regional
Kronologi Bentrok Antar Mahasiswa Universitas HKBP Nommensen

Kronologi Bentrok Antar Mahasiswa Universitas HKBP Nommensen

Regional
Setelah 48 Jam, Akses Jalan yang Tertutup Longsor di Agam Bisa Terbuka

Setelah 48 Jam, Akses Jalan yang Tertutup Longsor di Agam Bisa Terbuka

Regional
Nenek Hilang 7 Hari di Hutan, Tim SAR Gabungan Hentikan Pencarian

Nenek Hilang 7 Hari di Hutan, Tim SAR Gabungan Hentikan Pencarian

Regional
Investor Serbu Jateng, Nilai Investasi Masuk Capai Rp 211,19 Triliun

Investor Serbu Jateng, Nilai Investasi Masuk Capai Rp 211,19 Triliun

Regional
Gubernur Olly Lobi Pemerintah Pusat agar KTT G20 Tahun 2023 Digelar di Sulawesi Utara

Gubernur Olly Lobi Pemerintah Pusat agar KTT G20 Tahun 2023 Digelar di Sulawesi Utara

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X